Kejujuran adalah kunci dari kesuksesan

Senin, 25 Oktober 2010

Gw vs Aku vs Saya

Halo bloggers !!
Jumpa lagi dengan saya Dika. ( udah kaya acara tv aja )
Akhir-akhir ini saya bepikir. kata yang tepat untuk berbicara terhadap teman sebaya, lebih baik menggunakan "Gw" , "Aku" atau "Saya"  ? Inilah permasalahan yang saya pikirkan.

Permasalahan untuk kata "Gw" :
Saya rasa kata "Gw" ini kurang sopan jika diucapkan terhadap orang lain ( apa lagi yang lebih tua ). Yah biasanya katanya ini hanya di gunakan saat berbicara dengan teman sebaya saja. Tetapi misalkan ada kondisi dimana kita berbicara dengan teman sebaya kita dan ada seseorang yang lebih tua ikut mendengar pembicaraan kita, kan rasanya ga enak gimanaaa gitu. :(

Permasalahan untuk kata "Aku" :
Saya rasa kata "Aku" ini memang lebih sopan dibanding kata "Gw". Tetapi ada masalah dalam pengucapan kata ini karena ada anak anak yang lebih menganggap bahwa jika menggunakan kata "Aku" mengartikan bahwa kita berbicara dengan orang yang kita sayangi atau sejenisnya. Jadi terkadang ada orang yang suka ngegosip ( terutama di kelas ) melakukan keahlian mereka dan beritapun menyebar ke seluruh jagat raya. hahaha. :))

( kalau menurut saya sih tidak ada salahnya menggunakan kata ini saat berbicara dengan teman sebaya, karena bukankah teman teman kita adalah orang yang kita sayangi juga kan ? :) )

Permasalahan untuk kata "Saya" :
Saya rasa kata "Saya" ini juga termasuk kata yang sopan. Kata ini biasa digunakan pada saat berbicara dengan atasan ataupun dengan orang yang lebih tua dan dihormati. Tetapi untuk teman sebaya rasanya terlalu kaku dan formal, dan akan membuat suasananya menjadi sidikit lebih hambar. :|

Nah demikian adalah permasalahan yang saya pikirkan.
Sebenarnya sih saya lebih suka kalau memakai kata "aku" dan "saya" tapi karena sudah terbiasa menggunakan "Gw" untuk teman sebaya, jadi campur aduk deh .hahahaha. :))

Bagaimana dengan anda ?

Sabtu, 23 Oktober 2010

Bersih bersih mushola

Halo semua. Pertama maaf yang buat yang non muslim. Sekedar iseng, melampiaskan rasa lelah yang saya alami di tulisan ini haha. Langsung cerita aja deh.

Jadi  pada zaman dahulu kala ada sekelompok anak yang bersih bersih mushola, terus udah deh bersih. lalu mereka hidup bahagia selama lamanya... PLAAAK *digeplak pake sendal sama yang baca .

Aduh sakit nih ! #-o

Dah, serius nih sekarang haha. Jadi sekitar beberapa hari yang lalu di sekolah saya, saya dan temen temen merasa tidak nyaman karena mushola yang seharusnya digunakan untuk beribadah malah kotor dan amburadul ( maaf bahasanya aneh ). Nah jadi kami semua di hari sabtu 23 Oktober 2010 kami semua memutuskan buat bersih bersih mushola. Awalnya saya pikir "ah palingan ga begitu susah" . Tapi saat bekerja, CAPEKNYA LUAR BIASA. Jadi kami semua di bagi menjadi 2 kelompok, kelompok pertamabekerja membersihkan tempat wudhu dan kelompok kedua bekerja membersihkan mushola bagian dalam. Nah awalnya saya ikut bagian di kelompok pertama tapi karena orang di kelompok pertama sudah terlalu banyak, saya pindah ke kelompok kedua.

Nah saya dengan kelompok saya mulai menyapu, gulungin kampret.. eh karpet, beresin al-quran, ngepel lantai dll. 2 orang membersihkan kipas, 3 orang termasuk saya menyapu, dan yang lainnya menggulung karpet dan menaruhnya diluar. Sudah sekitar 30 menit saya menyapu, saya baru sadar kalau debu yang ada di lantai tidak bersih bersih. Akhirnya dengan setengah kotor kami langsung pel saja lantainya hehehe. ( sebenarnya males juga kalau kelamaan )

Nah sekian dulu cerita saya..... lho ? mau kemana ?? belom selese ceritanya, maksudnya sekian dulu cerita bersih bersih bagian dalam musholanya. Kita berlanjut ke karpet. Ide ini di dapat dari temen saya yang iseng memukul karpet mushola dan debunya berterbangan semua. Nah jadi untuk membersihkan karpetnya kami menjemur dah memukulinya dengan gagang sapu (peralatan kelas). Yah memang karpetnya semuanya menjadi lebih bersih tetapi alhasil semua sapunya patah dan kami harus menggantinya dengan yang baru. :(

Yah meskipun capek tapi hasilnya cukup memuaskan sih. :D
Dan setelah hari yang melelahkan itu, beberapa dari kami pergi makan dan beristirahat sebentar.

Sekian cerita saya. ( nah ini baru beneran hahaha ) sampai jumpa di postingan berikutnya. :-h

(foto menyusul)